Selasa, 04 November 2008

MENGELUH

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macamhal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. "Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!" "Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue" "Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada

kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah

diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bias mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.

"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri".

Kebahagiaan Dimasa Muda & Tua

Saat kita muda, banyak masalah yang akan kita hadapi. Begitu pula saat kita tua, kita akan menghadapi banyak masalah. Namun pada umumnya masalah kita pada saat kita tua nanti adalah akibat dari perbuatan kita saat kita muda. Karena itu bijaksanalah dalam bertindak bagi Anda yang masih muda dan bagi Anda yang sudah tua, lebih bijaksanalah dalam bersikap, jadilah teladan dan contoh yang baik bagi generasi penerus.

Bentuk, didik, dan tanamkanlah kebiasaan-kebiasaan baik kepada anak dan cucu kita, namun hal yang terpenting adalah tanamkan moral dan cinta kepada mereka. Jika kita memberikan contoh yang buruk kepada mereka, maka mereka akan tumbuh dengan sikap yang buruk pula. Dan jangan salahkan mereka jika mereka memperlakukan Anda dengan buruk dihari tua nanti, karena kebanyakan dari kita hanya menginginkan anak atau generasi penerus kita menjadi orang yang sukses. Kita cenderung memberi mereka kecerdasan akademik dan bangku sekolah, namun banyak dari kita yang melupakan nilai-nilai yang paling mendasar, yaitu moral. Karena sepintar apa pun seseorang, tanpa moral dia hanya akan menjadi robot tanpa perasaan yang hanya memikirkan gaya hidup dan keduniawian.

Banyak orang sukses yang melemparkan orangtua mereka ke Panti jompo. Mengapa hal demikian dapat terjadi? Karena pada umumnya kebanyakan orangtua hanya melakukan kewajiban mereka dalam menafkahi keluarga, namun jarang meluangkan waktu untuk anak-anaknya. Apa yang kita perbuat terhadap anak-anak kita, itulah yang akan menjadi contoh dan membentuk sikap dan perilaku mereka terhadap Anda.

Anak-anak akan meniru kebiasaan-kebiasaan Anda, apalagi kebiasaan buruk. Karena kecenderungan semua manusia adalah melihat dan mengingat yang buruk lebih cepat dan lebih baik daripada hal yang baik. Mungkin Anda adalah orang yang sukses sekarang, namun itu semua takkan menjamin kebahagiaan dihari tua Anda jika kesuksesan Anda tidak diiringi dengan tindakan Anda.

Banyak dari kita bisa terbuka dan ramah terhadap orang lain, namun mengapa kita seringkali sulit ramah dan terbuka terhadap keluarga kita? Padahal keluarga adalah mutiara yang sangat berharga dan tempat Anda menghabiskan masa tua Anda nanti.

Anak-anak kita yang akan mengurus kita saat kita lanjut usia. Jika pada masa kecil mereka Anda tidak bisa memberikan cinta, kepedulian dan kasih sayang terhadap mereka, maka mereka juga akan mencontoh Anda dan membentuk sikap mereka yang akan menjadi cermin dan penyesalan saat Anda tua nanti.

Lebih baik mencegah sebuah luka terjadi daripada mengobatinya. Lebih baik mencegah hal buruk terjadi daripada memperbaiki hal buruk yang kemudian meninggalkan luka dihati dan menyesalinya kemudian.

Saat kita menjadi seorang anak, berbaktilah kepada orangtua kita. Saat kita menjadi orangtua, sayangilah anak-anak kita. Karena pada dasarnya semua manusia akan melewati fase perubahan dari anak-anak menjadi dewasa dan kemudian menjadi orangtua. Seringkali saat kita menjadi seorang anak, kita tidak mau memahami orangtua kita, namun saat kita menjadi orangtua, kita pun tidak mau memahami anak-anak kita. Begitulah siklus kehidupan didunia ini terus berjalan dari generasi ke generasi. Bukankah lebih baik jika kita dapat saling bertukar pikiran dan saling mengerti?

Bagaimana cara terbaik agar kita dapat saling mengerti satu sama lain terhadap orangtua kita dan anak-anak kita? Hal pertama yang harus kita sadari adalah adanya perbedaan zaman yang mengakibatkan perbedaan pengalaman antara satu generasi dengan generasi lainnya. Seringkali kita mendengar orangtua dan atau guru kita mengatakan, “Anak zaman sekarang berbeda dengan anak zaman dulu, anak zaman dulu rajin dan punya semangat belajar yang tinggi, tidak ada penerangan, jalan kaki. Tapi anak sekarang, transportasi lengkap, penerangan cukup, tapi niat belajarnya tidak ada, kesadarannya kurang”. Orangtua dan guru merasakan pengalaman di zamannya yang membentuk sikap dan tabiat mereka. Mereka mengambil pengalaman itu sebagai tolak ukur dan sudut pandang mereka dalam memandang anak zaman ini. Sedangkan anak-anak yang hidup pada zaman sekarang – zaman dimana teknologi serba canggih dan praktis yang memanjakan mereka, akan berpikiran bahwa orangtua mereka terlalu naïf.

Perbedaan pengalaman yang membentuk karakter antar generasi inilah yang seringkali menimbulkan ketidakharmonisan dalam kebanyakan hubungan orangtua dengan anaknya. Satu-satunya cara dalam mengatasi masalah ini adalah dengan membicarakan semua masalah yang ada, tetap memberi kebebasan namun berdasarkan nilai-nilai yang ada sehingga kebebasan itu adalah kebebasan yang bertanggungjawab. Karena itu seorang anak perlu dididik sejak kecil dan orangtua perlu memperhatikan pertumbuhan dan lingkungan tumbuh kembang anak.

Hal berikutnya yang tidak pernah berubah dari zaman ke zaman adalah kasih sayang dan perhatian. Semua orang, baik anak kecil atau orangtua pasti membutuhkannya. Saat kita menjadi anak, kita butuh kasih sayang dan perhatian dari orangtua kita. Begitu pula saat kita lanjut usia nanti, kita butuh kasih sayang dan perhatian dari anak-anak kita. Kasih sayang dan perhatian memiliki dampak yang besar dalam membina suatu hubungan.

Hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah perbedaan kodrat antara pria dengan wanita. Karena cara antara seorang pria tentu akan berbeda dengan cara seorang wanita dalam mengerjakan dan menyelesaikan sesuatu. Wanita cenderung lebih menyelesaikan masalah dengan perasaan, sedangkan pria lebih cenderung menggunakan logika. Wanita butuh penerimaan, sedangkan pria butuh penghargaan. Mengertilah perbedaan ini namun jangan menjadikannya sebagai tirai pemisah. Sebaiknya wanita mengerti sudut pandang pria yang cenderung berdasarkan logika dan menghargainya, sedangkan pria mengerti sudut pandang wanita yang cenderung berdasarkan perasaan dan menjaganya.

Berilah kasih sayang, waktu, dan perhatian kita kepada orangtua, pasangan hidup dan anak-anak kita. Itulah kunci kebahagiaan masa muda dan tua. Hargailah mereka sebagaimana seharusnya. Bertindak dan berkatalah dengan memikirkan akibat baik dan buruk dari tindakan dan ucapan kita.

“Kerjakanlah sesuatu pada siang hari yang akan memungkinkan Anda melalui malam dengan kebahagiaan

Kerjakanlah sesuatu pada masa muda Anda yang akan memberikan kebahagiaan hidup dimasa tua nanti

Kerjakanlah sesuatu disepanjang hidupmu yang akan memberikan kebahagiaan hidup sekarang dan selamanya”

>>> Sumber <<<

Dibalik Segelas Susu Coklat

Seorang pria duduk termenung disebuah kafe, memandangi segelas coklat panas yang dipesannya. Seolah tidak memperhatikan keramaian, pria tersebut tersenyum dan kemudian meminum segelas susu coklat panas itu dengan perlahan dan nikmatnya. Beberapa jam telah berlalu, ketika semua orang telah berlalu lalang dan meninggalkan kafe tersebut, Pria tersebut masih ada dengan segelas susu coklat yang baru saja dipesannya kembali. Seorang pelayan kafe menghampirinya dan bertanya apakah dia ingin memesan hal lain selain segelas susu coklat panas. Pria tersebut hanya tersenyum dan menjawab, “kalau saya butuh yang lain, saya akan memanggilmu”.

Waktu telah berlalu, tanpa terasa sebentar lagi pukul 12 malam. Sambil melihat jam tangannya, pria tersebut berbisik, “sebentar lagi”. Dia mengeluarkan setangkai bunga dari saku jasnya dan meletakkannya diatas meja. Pria tersebut kemudian memanggil pelayan dan meminta dua gelas susu coklat untuk disajikan diatas meja. Pria tersebut tiba-tiba terlihat gelisah , dia terus saja memperhatikan jam tangannya.

Waktu terus berlalu, akhirnya tiba jam 12 malam. Pria tersebut menikmati susu coklat panasnya, dan tidak berapa lama kemudian, dia berbicara dan tertawa. Melihat hal itu, pelayan kafe merasa binggung, karena tiada seorangpun yang ada disamping ataupun didepan pria tersebut. Seorang pelanggan yang ada tepat didepan pelayan tersebut berkata, “Jangan merasa takut, dia tidak gila, ini adalah hari ulangtahun pernikahan mereka”. Pelayan kafe merasa kebinggungan, “mereka? Saya tidak melihat siapapun disana kecuali pria itu”. Pelanggan kafe tersebut tersenyum dan berkata, “Kamu pasti adalah pelayan baru disini. Dia selalu datang kesini setiap tahun dan dihari libur”.

“Dia adalah seorang suami yang baik dan setia, hanya saja nasibnya kurang beruntung. Dia harus kehilangan istrinya diusianya yang masih muda, sungguh malang”.

“Kejadiannya sangat cepat, malam itu, tepat lima tahun yang lalu”.

“Malam itu, langit sangat cerah, sepasang kekasih hendak merayakan ulangtahun pernikahan mereka yang ke-delapan. Namun tepat pada jam 12 malam, mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan. Sang istri terlempar keluar, sedangkan sang suami mengalami cedera ringan. Mereka menunggu pertolongan ambulan dan ternyata pertolongannya terlambat, sang istri meninggal dalam perjalanan. Didalam ambulan, sebelum menghembuskan nafas terakhir, sang istri meminta suaminya untuk merayakan ulangtahun pernikahan mereka didalam mobil ambulan tersebut. Seolah tidak terjadi apapun mereka merayakan ulangtahun pernikahan mereka seadanya, mereka berbicara dan tertawa.”

“pasti amat sulit bagi pria itu untuk tertawa pada saat itu. Meskipun pada saat itu dia tertawa, jauh dilubuk hatinya dia pasti sedang menangis. Saya melihat tawa yang penuh dengan kesedihan. Sungguh menyedihkan.”

“Bagaimana bapak bisa tahu?” sang pelayan kafe merasa binggung.

“Bagaimana mungkin saya tidak tahu, karena sayalah yang menabrak mereka, menemani, mendengar percakapan mereka, serta ikut merayakan ulangtahun pernikahan mereka didalam mobil ambulan.”

“Saya sungguh terharu menyaksikan cinta mereka. Bahkan disaat terakhirpun istrinya masih tersenyum dan berkata bahwa dia amat mencintai suaminya, dihatinya hanya ada suaminya seorang. Suaminya pun tersenyum dan berkata bahwa dia amat mencintai istrinya dan didalam hatinya selalu ada istrinya dan meminta istrinya untuk tetap bertahan. Namun ternyata takdir berkata lain, takdir memisahkan pasangan yang saling mencintai itu. Suaminya hanya dapat menangis mengiringi kepergian istri tercintanya dan saya tidak dapat menahan air mata saat itu. Rasa bersalah dan rasa haru terus mengikutiku setiap kali saya melihat pria itu.”

“Lalu,mengapa dia selalu memesan susu coklat?” Tanya sang pelayan.

“Istrinya amat menyukai susu coklat dan kafe ini adalah tempat favoritnya”.

“Mungkin orang tidak akan pernah mengerti mengapa dia sangat menikmati susu coklat panas, namun mungkin baginya itulah cinta. Kita tidak pernah bisa mengerti cinta, namun cinta selalu mengerti kita, karenanya saat kita memiliki cinta, kita dapat mengerti satu sama lain. Mungkin seperti itulah yang dirasakan oleh sepasang kekasih itu sampai saat ini, walaupun dunia mereka telah berbeda.”

“Melihat pria itu, saya mengerti bahwa cinta dari dalam hati adalah anugrah yang tak ternilai yang pernah kita dapatkan. Saat ini pria tersebut pasti sedang berbicara dengan malaikat yang tinggal dihatinya.”

Pelayan kafe yang mendengar cerita itu mengerti akan apa yang dirasakan oleh pria malang tersebut. Setiap tahun dan setiap kali pria tersebut datang sang pelayan selalu menyediakan dua gelas susu coklat panas, karena sang pelayan mengerti bahwa setiap kali pria tersebut menatap susu coklat, maka dia akan bahagia. Karena dimatanya yang terlihat bukanlah susu coklat, melainkan istrinya. Dan tiap kali dia menikmati susu coklat panas, dia menikmati cinta yang manis dan hangat seperti susu coklat panas.

Setiap orang memiliki cara yang unik dalam menikmati cinta. Bagaimanakah cara Anda?

“Saat mencintai seseorang, simpanlah dia dalam hatimu
Agar selalu terukir dan abadi sepanjang hayatmu
Karena hati adalah tempat terbaik untuk meletakkan cinta”

>>> Sumber <<<

Hadiah Ulangtahun Terburuk

Malam ini, bulan dan bintang tak Nampak. Tampaknya langit tengah mendung. Udara malam terasa begitu menusuk. Di tengah kesunyian malam, Rika teringat akan masa kecilnya bersama ayahnya, masa dimana dia dimanjakan oleh ayahnya. Sekarang semuanya amat berbeda, dia telah menjadi seorang remaja dan harus melewati berbagai kesulitan hidup tanpa ayahnya.

Setiap kali malam menyapa, dia teringat akan ayahnya, terutama dimalam yang dingin ini, rasa rindunya seakan tak tertahan, ingin bertemu dengan ayahnya.

Mungkin ayahnya bukan seorang yang baik bagi banyak orang, namun baginya, ayahnya adalah ayah yang baik, selalu menemani dia bermain dan mengajaknya jalan-jalan diwaktu senggang. Namun dia harus berpisah dengan ayahnya saat dia berumur lima tahun.

Saat itu dia hanya bisa menangis. Tangisan seorang anak yang membuat iba banyak orang disekelilingnya.

Sambil megingat memori masa lalunya, Rika pun menangis. Saat itu adalah hari ulangtahunnya, dimana dia mendapatkan kado yang sangat mengejutkan, amat sangat mengejutkan.

Malam itu dia menunggu ayahnya pulang kerja. Dia menanti hadiah yang sangat diinginkan olehnya, sebuah kalung yang dilihatnya disebuah toko. Dia menanti dan terus menanti, namun ayahnya tak kunjung tiba jua.

Malam semakin larut, bintang dan bulan tertutup oleh awan. Rika terus menanti didepan pintu. Tepat tengah malam Rika tertidur didepan pintu. Baru saja hendak menutup mata, tiba-tiba Rika dipanggil oleh kakak laki-lakinya.

Kakak laki-lakinya terlihat amat tergesa-gesa, tanpa banyak berkata apa-apa, dia menarik tangan Rika ke suatu tempat. Rika diam saja, karena dia mengira kakaknya ingin memberi dia kejutan disuatu tempat seperti dihari ulangtahunnya yang ke-empat.

Betapa terkejutnya Rika saat sampai ketempat yang dimaksud kakaknya. Dia melihat kerumunan yang ramai. Seorang pria yang tampaknya telah cukup berumur meninggal karena dihakimi massa akibat mencuri sebuah kalung berlian disebuah toko. Pria yang tak asing baginya. Dia mengenalinya dengan sangat baik, pria yang tergeletak tak bernyawa itu adalah ayahnya.

Betapa terkejutnya dia, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah dia lupakan, karena itu adalah hadiah ulangtahun terburuk yang pernah dia dapat dalam hidupnya. Rupanya, demi memenuhi keinginan anaknya, sang ayah mencuri sebuah kalung berlian disebuah toko. Namun sialnya, sang ayah ketahuan dan dihakimi massa sampai menghembuskan nafas terakhir.

Beberapa hari sebelum ulangtahunnya, Rika melihat sebuah kalung berlian yang cantik dan unik, dan dia merengek untuk dibelikan. Menyadari kondisi keuangan mereka yang tergolong miskin, ayahnya mencoba menenangkan anaknya dengan mengatakan bahwa kalung tersebut akan menjadi hadiah ulangtahun Rika. Karena berpikir hari ulangtahun anaknya sebentar lagi, sang ayah menjanjikan sesuatu yang seenarnya dia tahu tak sanggup untuk dipenuhi mengingat mereka hanyalah keluarga yang miskin.

Bagi sang ayah, tiada lagi yang berharga selain putrinya, satu-satunya harta yang paling berharga, buah cintanya dengan almarhum istrinya. Karena itu sang ayah amat memanjakan putrinya.

Saat ini hanya ada penyesalan dalam hati Rika. Seandainya saja saat itu dia bisa sebijaksana dan sedewasa sekarang, maka semua itu takkan terjadi. Saat itu dia hanyalah seorang anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. Sama seperti anak kecil lainnya yang ingin memiliki sesuatu yang menurutnya menyenangkan.

Keegoisan seorang anak kecil yang telah membawa malapetaka. Sekarang hanya tersisa sebuah kenangan indah dalam hatinya. Walaupun sekarang kedua orangtuanya telah tiada, namun baginya mereka selalu hidup dalam hatinya. Mulai malam yang tragis itu, dia mempelajari satu hal, bahwa kehadiran orang yang dicintainya adalah hadiah paling berharga yang telah hilang darinya.

CInta yang begitu tulus dari sang ayah untuk anaknya. Mungkin terdengar bodoh, namun seringkali kasih sayang dan cinta membutakan seseorang. Membuat seseorang berani melakukan apa saja bahkan mati untuk oranglain. Seperti kasih sayang yang mendalam dari setiap orangtua kepada anaknya.

>>> Sumber <<<

Melihatmu Tertidur

Seorang istri mencium kening suaminya saat suaminya sedang tertidur pulas. Namun, suaminya terlalu pulas untuk menyadarinya. Malam berikutnya, sang istri kembali mencium kening suaminya saat suaminya tertidur pulas. Hal ini adalah kebiasaan yang selalu dilakukannya setiap malam.

Kini, dia dikaruniai seorang anak yang mengisi kehidupan rumah-tangganya. Betapa senangnya dia saat itu, karena dia mendapatkan warna baru dalam hidupnya. Dia merawat anaknya dengan penuh kasih sayang, mendidiknya, mengajaknya berbicara dan menciumnya. Kini harinya terasa lebih indah.

Biasanya dia hanya sendiri, tak ada teman dan hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebagaimana layaknya seorang istri pada umumnya. Saat malam tiba, suaminya pulang dan kemudian beristirahat, tak ada waktu untuknya. Namun dia mengerti keadaan tersebut, karena suaminya lelah bekerja seharian.

Namun kebahagiaannya tidak bertahan lama. Kini anaknya telah tumbuh dewasa. Tidak lagi menemani dia. Anaknya menghabiskan waktunya dengan sekolah, belajar dan bermain game, dan saat malam tiba, anaknya tidur untuk melanjutkan aktivitas di esok hari.

Suatu malam, anak tersebut terbangun karena dia ingin pergi ke toilet. Cepat-cepat dia menuju ke toilet, melewati ruang tamu dan dia melihat ibunya sedang mencium ayahnya yang tertidur disofa sambil menangis.

Anak tersebut kembali kekamarnya setelah pergi ketoilet. Namun dia tidak dapat tertidur, karena memikirkan kejadian yang baru dilihatnya. ‘krek’, terdengar suara pintu kamarya dibuka, segera dia memejamkan matanya, karena dia tahu ibunya masuk.

Ibunya kemudian duduk disampingnya dan mencium keningnya seperti mencium kening ayahnya sambil mengucurkan air mata. Dia sungguh tidak mengerti mengapa ibunya harus menangis.

Hari demi hari, dia memperhatikan ibunya. Setiap malam pasti ibu akan mencium kening ayah dan keningnya. Karena penasaran, dia bertanya pada ibunya, alasan mengapa ibunya selalu mencium kening ayahnya dan keningnya sambil mencucurkan air mata. Ibunya hanya menjawab bahwa dia senang saat mencium kening mereka.

Bertahun-tahun berlalu, kini anak tersebut telah tumbuh dewasa dan telah menikah, serta memiliki anak. Dia belajar dari ibunya, untuk mencium kening istri dan anaknya. Dia merasa binggung, karena setiap kali dia mencium kening istri dan anaknya, dia merasa senang, namun tidak mengucurkan airmata.

Hari demi hari dia melakukan hal yang sama, namun dia tidak pernah meneteskan airmata sedikit pun.

Suatu ketika, istrinya meninggal, dan dia amat terpukul karenanya. Kini tiada lagi istri yang selalu menemaninya. Sekarang dia hanya memiliki seorang anak yang amat sangat dicintainya, harta dan mutiara baginya.

Dia berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya, sampai anaknya dapat bekerja dan memiliki keluarga sendiri.

Kini sudah saatnya baginya untuk pensiun. Sudah saatnya untuk menikmati masa tua.

Kini dia melewati harinya dengan kesepian dan rasa bosan, karena tiada teman yang menemaninya. Anaknya sibuk bekerja dan jarang memperhatikannya, apalagi anaknya tinggal ditempat lain.

Suatu ketika anaknya mengunjunginya dan tidur disana. Saat malam hari, seperti biasanya dia mencium kening anaknya, namun kali ini, dia mencucurkan airmata.

Akhirnya dia mengerti apa yang dirasakan ibunya selama ini. Ibunya mencucurkan airmata saat menciumnya bukan karena senang, namun karena sedih. Sedih karena orang yang amat dicintainya tidak ada untuknya dan bahkan tidak memperhatikannya sedikitpun.

Memang menyedihkan, namun demikian, malam hari adalah saat yang indah, karena dia dapat berada disamping anaknya ketika anaknya tertidur pulas dan mengungkapkan kasih sayangnya kepada anaknya. Sekalipun anaknya tidak dapat merasakannya, namun dia senang karena dia tahu anaknya bahagia tanpanya dan dia dapat tetap berada disamping anaknya walau hanya pada saat malam hari.

10 KESALAHAN MANUSIA

1. SUKA MENYALAHKAN ORANG LAIN

Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau “mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. SUKA MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA2 SAMA SEKALI

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mem-punyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”. Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

4. PUNYA “GOAL”, TAPI NGAWUR

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. SUKA AMBIL JALAN PINTAS (SHORT CUT)

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang kearah kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. JALAN TERLALU PANJANG / TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin aviatur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. SUKA ABAIKAN HAL2 KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh2, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH / MUDAH PUTUS ASA

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali. Jangan pernah tarik nafas berat, sebelum pernah mencobanya minimal 1x saja. Jangan pernah berhenti mencobanya, sebelum mengulangi yang ke-3x-nya. Jangan pernah mengeluh, sebelum mencobanya yang ke-5x-nya. Jangan pernah bergumam, sebelum mencobanya yang ke-7x-nya. Jangan pernah minta tolong, sebelum mencobanya yang ke-9x-nya.

9. SUKA BAYANG2 MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang-kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. SUKA HIPNOTIS DIRI (HALUNISASI)

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur. Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.