Selasa, 04 November 2008

Hadiah Ulangtahun Terburuk

Malam ini, bulan dan bintang tak Nampak. Tampaknya langit tengah mendung. Udara malam terasa begitu menusuk. Di tengah kesunyian malam, Rika teringat akan masa kecilnya bersama ayahnya, masa dimana dia dimanjakan oleh ayahnya. Sekarang semuanya amat berbeda, dia telah menjadi seorang remaja dan harus melewati berbagai kesulitan hidup tanpa ayahnya.

Setiap kali malam menyapa, dia teringat akan ayahnya, terutama dimalam yang dingin ini, rasa rindunya seakan tak tertahan, ingin bertemu dengan ayahnya.

Mungkin ayahnya bukan seorang yang baik bagi banyak orang, namun baginya, ayahnya adalah ayah yang baik, selalu menemani dia bermain dan mengajaknya jalan-jalan diwaktu senggang. Namun dia harus berpisah dengan ayahnya saat dia berumur lima tahun.

Saat itu dia hanya bisa menangis. Tangisan seorang anak yang membuat iba banyak orang disekelilingnya.

Sambil megingat memori masa lalunya, Rika pun menangis. Saat itu adalah hari ulangtahunnya, dimana dia mendapatkan kado yang sangat mengejutkan, amat sangat mengejutkan.

Malam itu dia menunggu ayahnya pulang kerja. Dia menanti hadiah yang sangat diinginkan olehnya, sebuah kalung yang dilihatnya disebuah toko. Dia menanti dan terus menanti, namun ayahnya tak kunjung tiba jua.

Malam semakin larut, bintang dan bulan tertutup oleh awan. Rika terus menanti didepan pintu. Tepat tengah malam Rika tertidur didepan pintu. Baru saja hendak menutup mata, tiba-tiba Rika dipanggil oleh kakak laki-lakinya.

Kakak laki-lakinya terlihat amat tergesa-gesa, tanpa banyak berkata apa-apa, dia menarik tangan Rika ke suatu tempat. Rika diam saja, karena dia mengira kakaknya ingin memberi dia kejutan disuatu tempat seperti dihari ulangtahunnya yang ke-empat.

Betapa terkejutnya Rika saat sampai ketempat yang dimaksud kakaknya. Dia melihat kerumunan yang ramai. Seorang pria yang tampaknya telah cukup berumur meninggal karena dihakimi massa akibat mencuri sebuah kalung berlian disebuah toko. Pria yang tak asing baginya. Dia mengenalinya dengan sangat baik, pria yang tergeletak tak bernyawa itu adalah ayahnya.

Betapa terkejutnya dia, malam itu adalah malam yang tidak akan pernah dia lupakan, karena itu adalah hadiah ulangtahun terburuk yang pernah dia dapat dalam hidupnya. Rupanya, demi memenuhi keinginan anaknya, sang ayah mencuri sebuah kalung berlian disebuah toko. Namun sialnya, sang ayah ketahuan dan dihakimi massa sampai menghembuskan nafas terakhir.

Beberapa hari sebelum ulangtahunnya, Rika melihat sebuah kalung berlian yang cantik dan unik, dan dia merengek untuk dibelikan. Menyadari kondisi keuangan mereka yang tergolong miskin, ayahnya mencoba menenangkan anaknya dengan mengatakan bahwa kalung tersebut akan menjadi hadiah ulangtahun Rika. Karena berpikir hari ulangtahun anaknya sebentar lagi, sang ayah menjanjikan sesuatu yang seenarnya dia tahu tak sanggup untuk dipenuhi mengingat mereka hanyalah keluarga yang miskin.

Bagi sang ayah, tiada lagi yang berharga selain putrinya, satu-satunya harta yang paling berharga, buah cintanya dengan almarhum istrinya. Karena itu sang ayah amat memanjakan putrinya.

Saat ini hanya ada penyesalan dalam hati Rika. Seandainya saja saat itu dia bisa sebijaksana dan sedewasa sekarang, maka semua itu takkan terjadi. Saat itu dia hanyalah seorang anak kecil yang tidak mengerti apa-apa. Sama seperti anak kecil lainnya yang ingin memiliki sesuatu yang menurutnya menyenangkan.

Keegoisan seorang anak kecil yang telah membawa malapetaka. Sekarang hanya tersisa sebuah kenangan indah dalam hatinya. Walaupun sekarang kedua orangtuanya telah tiada, namun baginya mereka selalu hidup dalam hatinya. Mulai malam yang tragis itu, dia mempelajari satu hal, bahwa kehadiran orang yang dicintainya adalah hadiah paling berharga yang telah hilang darinya.

CInta yang begitu tulus dari sang ayah untuk anaknya. Mungkin terdengar bodoh, namun seringkali kasih sayang dan cinta membutakan seseorang. Membuat seseorang berani melakukan apa saja bahkan mati untuk oranglain. Seperti kasih sayang yang mendalam dari setiap orangtua kepada anaknya.

>>> Sumber <<<

Tidak ada komentar: